KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
61. Yohanes III (561-574)
Yohanes adalah warga Roma dengan nama panggilan Catelinus. Dia berasal dari keluarga terkenal. Dia ditahbiskan menjadi paus pada 17 Juli 561. Karena kepentingan untuk menunggu konfirmasi kekaisaran atas pemilihannya, selama lima bulan terjadi tenggang waktu antara kematian Pelagius I dan acara penobatannya.
Kepausannya jatuh pada masa-masa badai dari invasi Lombardia, dan secara praktis semua catatan tentang pemerintahannya lenyap. Namun demikian, kelihatannya dia telah menjadi seorang Paus yang luar biasa, secara tekun dia berusaha memakmurkan masyarakat. Sebuah prasasti ditemukan pada abad ke-15 membuktikan bahwa di tengah-tengah kesukaran dia tahu bagaimana mempertahankan kepemimpinannya dan tidak perlu takut akan kehancuran di tengah dunia yang sedang hancur. Dua dari uskup yang tidak berguna yaitu Uskup Salonius dari Embrun dan Uskup Sagitariusdari Gup telah dikutuk dalam sinode di Lyon. Namun kedua uskup itu berhasil mempengaruhi Guntram, Raja Burgundy. Mereka mengatakan bahwa mereka telah dihukum dengan tidak adil, dan naik banding ke paus. Karena terpengaruh dengan surat Raja Gutram, Paus Yohanes memutuskan untuk memulihkan mereka kembali ke keuskupan mereka. Yang paling penting dari tindakan-tindakan paus ini adalah hal-hal yang berhubungan dengan Jendral Besar, Narses. Sayangnya “Pembebasan Kepausan” merupakan keputusan yang membingungkan mereka.
Dengan intrik yang berhungan dengan wanita pada pengadilan Konstantinopel, tuntutan atas penghianatan dikenakan kepada Jendral Narses dan sebagai konsekuensinya, satu-satunya orang yang mampu menahan kaum Barbar telah dihentikan. Sangat mungkin sekali bahwa Narses akan mengundang orang-orang Lanbordia untk menjatuhkan Italia. Mengetahui bahwa Narses adalah harapan Italia, Paus Yohanes mengikutinya ke Naples, dan memohonnya dengan sangat untuk tidak pergi ke Konstantinopel. Sang Jenderal mendengarkan suara paus, dan kembali bersama-sama ke Roma (571). Tetapi nampaknya pihak pengadilan di kota tersebut terlalu kuat untuk Narses dan paus. Paus Yohanes pension dan pergi ke “Katakombe Praetextatus”, dimana dia tinggal untuk beberapa bulan. Dia bahkan mengadakan pentahbisan di sana. Pada waktu kematian Narses (572), Paus Yohanes kembali ke Istana Lateran. Persinggahannya di katakombe memberikan dia perhatian yang besar atas mereka. Dia memperbaiki katakombe tersebut, serta memerintahkan supaya keperluan-keperluan untuk Misa harus dikirimkan kepada mereka dari Lateran. Ia mengundang konsili di Broga untuk mengutuk bidah Priskilianisme. Yohanes wafat 13 Juli 574 dan dimakamkan di St. Petrus.
|